Sabtu, 12 November 2011

CONTOH LAPORAN KKN-KF

i
LAPORAN KKN
PENDAMPINGAN BUTA AKSARA
TAHUN AKADEMIK 2010/2011
Nama : Dedi Jauhari
NPM : 07230007
Prodi : Pendidikan Fisika
Lokasi : Lingkungan Muhajirin Kelurahan Pancor
Kecamatan Selong
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) HAMZANWADI SELONG
TAHUN 2010/2011
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Program KKN Pendampingan Buta Aksara
STKIP Hamzanwadi Selong
Nama : DEDI JAUHARI
NPM : 07230007
Prodi : Pendidikan Fisika
Nama Warga Belajar : 1. Suhaeniah
2. Asiah
3. Sucimah
Lokasi KKN : Lingkungan Muhajirin Kelurahan Pancor
Kecamatan Selong
Dosen Pembimbing Lapangan ( DPL )
LILY MAYSARI ANGGRAINI MS. M.Pd. M.Si
NIS. 930 30 31 508
iii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang masih memberikan nikmat Iman dan Islam kepada kita
semua, dan tidak lupa salam serta shalawat semoga tercurah kepada Rasullah SAW
beserta keluarga dan para sahabatnya. Alhamdulillah, laporan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) ini berisi tentang kegiatan Mahasiswa praktikan KKN selama berada dilokasi
KKN yaitu yang tepatnya di desa Kerongkong dusun Sukadamai kecamatan Suralaga
Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Dimulai dari bulan April sampai pada bulan
Juni 2011. Adapun program tersebut meliputi : identivikasi dan verifikasi data,
validasi data oleh pihak desa/kelurahan, penyiapan perangkat pembelajaran,
penyusunan materi dan jadwal belajar, dan pelaksanaan pembelajaran wajib belajar.
Di dalam penyusunan laporan KKN ini penulis mendapatkan bantuan berupaa
bimbingan dan sumbangan pikiran dari semua pihak karena itu sudah sepantasnya
penulis mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan kepada Yth :
1. Bapak Drs. M. Suruji, selaku ketua STKIP Hamzanwadi Selong yang telah
memberikan rekomendasi untuk melaksanakan KKN.
2. Panitia program KKN tahun ajaran 2010/2011.
3. Bapak Tsamarul Hizbi, S.Pd selaku kaprodi fisika.
4. Ibu Lily Mayasari Anggraini MS,M.Pd. M.Si selaku Dosen Pembimbing
KKN.
5. Bapak H. Kemaludin selaku lurah pancor.
6. Ayah Bunda dan semua keluarga yang telah memberikan motivasi dan
dukungan baik dalam segi materi dan lainnya.
7. Kepada ibu Suhaeniah, Ibu Asiah dan Ibu Sucimah yang telah bersedia
menjadi WB dalam program KKN ini.
8. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan laporan KKN
ini, semoga bantuan dan bimbingan yang diberikan tercatat sebagai amal
disisi Allah SWT.
iv
Kami menyadari penulisan laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini masih jauh
dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi
kesempurnaan laporan ini di kemudian hari.
Pancor , Mei 2011
Penulis
v
DAFTAR ISI
Halaman Judul ................................................................................................ i
Kata Pengantar ................................................................................................ ii
Halaman Pengesahan ...................................................................................... iii
Daftar Isi ......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Lokasi Pelaksanaan KKN ................................................................... 2
C. Identitas Warga Belajar ....................................................................... 3
BAB II PELAKSANAAN PROGRAM ....................................................... 4
A. Bentuk dan Tahapan Pelaksanaan Program ........................................ 4
B. Hasil Pelaksanaan Program ................................................................. 5
C. Faktor Pendukung dan Penghammbat ................................................ 6
D. Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah ...................................... 7
BAB III PENUTUP ....................................................................................... 8
A. Kesimpulan ......................................................................................... 8
B. Saran ................................................................................................... 8
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Tabel Daftar Identitas Warga Belajar .............................................................. 3
Tabel Daftar rekap nilai ................................................................................... 6
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu mata kuliah praktik dan
salah satu mata kuliah kulminasi atau muara kegiatan perkuliahan pada semua
program studi di STKIP HAMZANWADI Selong. KKN diselenggarakan
untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan
kompetensi kepribadian dan social dalam rangka sinergi pembangunan
kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik di NTB.
Program KKN sebagai salah satu bagian dari implementasi Tri
Dharma Perguruan Tinggi yang memiliki makna strategis dalam konteks
menjadi media yang menjembatani antara masyarakat kampus dan masyarakat
pada umumnya, sehingga kesejahteraan masing – masing kelompok dalam
system kemasyarakatan dapat dieliminasi. Fungsionalisasi dan sinerginitas
dalam pembangunandaerah harus dilakukan.
Untuk mewujudkan kebutuhan di atas, membutuhkan upaya perbaikan
konsep pelaksanaan KKN menjadi agenda yang harus terus diupayakan
sehingga program KKN benar – benar membawa hasil bagi perubahan
masyarakat kea rah yang lebih baik,ntuk itu pilihan atas metode KKN
hendaknya menjadi relevansi dan signifikansi atas kebutuhan mendasar
masyarakat di suatu wilayah subyek program , dan sudah barang tentu
keberadaan pemerintah menjadi bagian penting dalam relasi penanganan
problem mendasar yang dihadapi masyarakat.
Respon atas kebutuhan mendasar masyarakat dan pemerintah daerah
menjadi landasan pijak bagi STKIP HAMZANWADI Selong untuk tahun
akademik 2010/2011 untuk lebih mempokuskan pada persoalan pembangunan
indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sampai saat ini yang masih
menempatkan NTB berada dalam urutan nomer tiga dari bawah. Kaena itu
indicator dan elemen – elemen pembangunan manusia secara tegas menggaris
bawahi sasaran yang ingin dicapai yaitu hidup sehat dan panjang umur,
berpendidikan dan dapat menikmati hidup yang layak. Ini berarti
2
pembangunan manusia merupakan manifestasi dari aspirasi dan juga tujuan
suatu bangsa, yang dimaksudkan untuk melakukan perubahan secara stuktural
maupun cultural melalui upaya yang sistimatis.
Sasaran dasar pembangunan pada akhirnya adalah peningkatan derajat
kesehatan, meningkatkan pendidikan ( kemampuan baca tulis dan
keterampilan ) serta penguasaan atas sumber daya ( pendapatan untuk hidup
layak ) untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Implementasi sasaran
pembamgunan diatas menjadi stimulant bagi STKIP HAMZANWADI Selong
guna mengmbil bagian sebagai salah satu stakeholders yang mampu menjadi
bagian dari sinergi dalam pembangunan daerah.
Sebagai bagian interen dari pembangunan manusia seutuhnya,
pendidikan keaksaraan merupakan hak kemanusiaan setiap penduduk yang
harus dipenuhi oleh negara. Hal itu eksplisit tertuang dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat, yang menyatakan bahwa negara
berkewajiban “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dalam rangka itulah tiaptiap
warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran.
Pandangan idealistik ini mendasari pentingnya pendidikan keaksaraan dalam
kehidupan suatu bangsa
. Di dunia internasional, keaksaraan penduduk juga merupakan
indikator penting dalam pengukuran indeks pengembangan manusia (IPM).
UNDP misalnya, mengukur peringkat IPM suatu negara dilihat dari 3 (tiga
aspek yaitu: kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Hal yang disebutkan
terakhir ini, dipengaruhi oleh 2 (dua) indikator yakni rata-rata lama
pendidikan penduduk yang hanya berkontribusi 1/3 persen, dan angka melek
aksara orang dewasa yang mempengaruhi 2/3 persennya
B. Lokasi Pelaksanaan KKN.
Lokasi pelaksanaan KKN STKIP Hamzanwadi Selong Tahun
Akademik 2010/2011 di laksanakan di kecamatan – kecamatan yang ada di
Lombok Timur yang khusus di prioritaskan pada kecamatan-kecamatan yang
belum tuntas dalam pengentasan Buta Aksara. Dan kebetulan kelompok saya
3
yang berjumlah 7 orang mendapat Warga Belajar di Kecamatan Selong
Kelurahan Pancor lingkungan Muhajirin dan Jorong RT 41-44.
C. Identitas Warga – Warga Belajar.
Dalam pelaksanaan penuntasan program buta aksara, peserta KKN
diwajibkan untuk menuntaskan tiga orang warga belajar untuk satu
mahasiswa (peserta). Dimana daftar nama warga – warga belajar program
pendampingan buta aksara tahun akademik 2010/2011 yang berlokasi di
lingkungan Muhajirin dan Jorong RT 41-44 kelurahan Pancor kecamatan
Selong.
Tabel 1.1 Daftar identitas warga belajar
No Nama
L Tempat
Lahir
Umur
(Thn)
Pekerjaan
P
1 SUHAENIAH P Kelayu 43 Ibu rumah tangga
2 ASIAH P Pancor 48 Ibu rumah tangga
3 SUCIMAH P Pancor 34 Ibu rumah tangga
4
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM
A. Bentuk dan Tahapan Pelaksanaan Program.
Bentuk dari program KKN ini adalah pendampingan buta aksara.
Dimana, program ini memfokuskan kepada masyarakat yang tidak bisa
membaca, menulis dan berhitung. Dalam penuntasan buta aksara ini
digunakan metode inova kreatif model 32 hari.
Tahapan pelaksanaan program pendampingan warga buta aksara
oleh peserta KKN STKIP HAMZANWADI Selong adalah :
1. Pembekalan peserta KKN.
Pembekalan dimulai dari tanggal 29 Maret – 4 April 2011. Dimana
tanggal 29 Maret 2011 pembekalan umum, tanggal 30-1 April 2011
pembekalan masing – masing prodi, tanggal 2 April 2011 pertemuan
dengan masing= masing DPL, dan tanggai 4 April 2011 pelepasan dari
panitia KKN STKIP HAMZAWADI Selong.
2. Sosialisasi dengan pihak desa dan warga belajar.
Mahasiswa mengunjungi pihak kantor desa untuk menyerahkan surat izin
dari kampus dalam program KKN ini. Mahasiswa meminta data warga
belajar yang masih buta aksara.
3. Penyusunan program.
Dalam penyusunan program ini di antaranya adalah
- Identifikasi dan verifikasi data.
- Validasi data
Validasi data warga belajar keaksaraan fungsional ini di
peroleh dari kantor desa yang menjadi lokasi KKN. Untuk
melengkapi data tersebut maka mahasiswa atau saya pribadi langsung
mengunjungi warga yang akan mejadi WB untuk meminta identitas
warga secara lengkap.
- Penyiapan perangkat pembelajaran.
5
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran maka harus
menyiapkan perangkat pembelajaran diantaranya RPP dan
silabusnya.
- Penyusunan materi dan jadwal pengajaran.
Dalam proses program ini materi harus di susun terlebih
dahulu agar materi yang akan disampaikan tidak asal-asalan dan juga
di butuhkan jadwal yang teratur sesuai kesepakan dari WB dengan
tutor. Dimana jadwal yang disepakati adalah mulai tanggal 10 April
sampai 24 Mei. Pembelajaran dilaksanakan 5 hari dalam satu minggu
yakni hari senin, selasa, rabu,kamis dan jum’at. Sedangkan waktunya
adalah malam hari yaitu dari jam 16.00 sampai jam 18.00 Wita.
4. Pelaksanaan pembelajaran WB.
Dalam pelaksanaan pembelajaran ini tutor memperkenalkan diri sebelum
menyampaikan materi, dimana tanggal yang disepakati adalah mulai dari
tanggal 10 April 2011 jam 15.00 sampai 18.00 Wita.
5. Evaluasi ketuntasan WB.
Dalam pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran selama 32 hari kami
melakukan evaluasi ketuntasan WB sebanyak 3 kali yaitu pada
pertemuan ke-12, pertemuan ke-22, dan pertemuan ke-32. Kami
melakukan evaluasi sebanyak 3 kali bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana tingkat pemahaman WB tentang pelajaran yang kami berikan,
sedangkan bentuk soal yang kami berikan untuk evaluasi itu kami ambil
dari soal-soal yang ada pada buku panduan.
B. Hasil Pelaksanaan Program.
Setelah melakukan proses belajar mengjar selama 32 hari dengan
metode dan materi yang menjadi standar kompetensi maka hasil proses
tersebut baru dinilai dengan proses akhir yaitu penilaian dengan melakukan
penilaian berupa membaca, menulis, berhitung.mendengarkan dan berbicara
bahkan saya melakukan suatu ujian lagi sebagai tambahan yaitu ujian mental
warga belajar melalui cerdas cermat.
6
Table 1.2 Daftar table rekap nilai warga belajar
no
Nama warga
belajar
Nilai
juml
ah
Ket.
baca tulis hitung menden
garkan
berbi
cara
1 Suhaeniah 205 167 120 65 70 627 Tuntas
2 Asiah 250 163 114 70 80 677 Tuntas
3 Sucimah 165 160 110 65 65 565 Tuntas
C. Faktor Pendukung dan Penghambat.
1. Faktor pendukung keberhasilan program.
Melihat persentasi dari kelulusan, maka saya cukup berhasil
melaksanakan program pendampingan buta aksara, yang mana warga
belajar sudah bisa membaca, menulis dan berhitung, semua itu tidak lepas
dari keja keras saya sebagai tutor untuk memberikan support kepada
warga belajar melalui sosialisasi pentingnya belajar dan tidak terlupakan
juga semua ini bisa terjadi karena antusias dari warga belajar untuk
mengikuti program tersebut yang didasari pada keseriusan warga belajar
untuk mengikuti proses belajar mengajar.
Dalam melakukan proses pembelajaran tutor menggunakan
banyak metode yang dapat mempermudah pengertian kepada warga
belajar diantaranya metode menulis di papan tulis, menjelaskan,
memperagakan dengan menggunakan gerakan tubuh, Tanya jawab,
memberikan soal untuk dijawab.
2. Faktor penghambat yang dihadapi.
Ketidak tercapainya keberhasilan warga belajar dalam
menguasai materi yang telah disampaikan oleh tutor disebabkan berbagai
macam faktor diantaranya, kesederhanaan fasilitas yang dimiliki seperti
kurangnya ketersediaan lampu, kurangnya media pembelajaran,aktivitas
keseharian masyarakat yang sangat padat, faktor umur sehingga
pengeliatan, pendengran dan daya serap yang kurang maksimal dari warga
belajar.
7
Faktor penghambat yang dihadapi oleh tutor pribadi adalah
kurangnya fasilitas secara materi yang menyebabkan minat dari
masyarakat untuk belajar sangat minim.
D. Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah.
1. Masalah materi/keuangan
Bagi masyarakat atau warga belajar yang masih awam memang selalu
menanyakan tentang materi, itu merupakan suatu kewajaran karena
dianggap program pemerintah dan dananya pun mereka anggap ada dari
pemerintah seperti program KF sebelumnya. Sebagai tutor, alternatif
pemecahannya adalah meluruskan fikiran masyarakat bahwa program ini
merupakan program pendampingan buta aksara yang menjadi kuliah kerja
nyata atau KKN bagi setiap mahasiswa yang dananya bukan dari
pemerintah melainkan dari mahasiswa sendiri.
2. Kurangnya media pembelajaran.
Media pembelajaran memang benar-benar kurang tetapi sebagai
mahasiswa yang kreatif membuat sendiri misalnya papan tulis dibuat
dengan kertas atau pun meminjam kepada warga yang memiliki media
yang dibutuhkan.
3. Faktor umur.
Umur merupakan suatu hal yang tidak bisa di tambah ataupun di kurangi
tetapi solusi yang baik adalah tutor menjelaskan materi dengan suara yang
agak keras ketika ada WB yang pendengarannya kurang baik. Ketika WB
memiliki pengelihatan kurang jelas maka tutor memberantasnya dengan
memperjelas atau memperbesar tulisan tersebut.
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari proses sampai pelaksanaan dapat ditarik beberapa kesimpulan
diantaranya :
1. Program pendampingan buta aksara dengan pola pelaksanaan 32 hari
dapat memberikan kontribusi riil kepada masyarakat dalam bidang
pendidikan terbukti dari pencapaian target dengan sebagian besar warga
belajar bisa calistung.
2. Dapat membangkitkan komitmen dan minat masyarakat tentang
pentingnya pendidikan sehingga pendidikan dapat merata disemua
kalangan.
3. Menggunakan pola 32 hari lebih efektif daripada menggunakan pola lama
karena adanya kesinambungan pemahaman masyarakat terhadap pelajaran
yang diberikan oleh tutor.
B. Saran .
1. Kepada panitia yang terhormat agar benar-benar memperhatikan kami
sebagai mahasiswa yang sama seperti mahasiswa sebelumnya. Program
KKN ini jangan sampai sama seperi program KKN selanjutnya karena
KKN ini tidak memili kesan selayaknya KKN sebelunya.
2. Kepada pemerintah sebaiknya pogram KF di anjurkan kepada anak-anak
yang putus sekolah yang masih bereproduksi bukan hanya kepada warga
yang sudah berumur 40 keatas.
3. Kepada bapak lurah Mengingat pentingnya KKN pendamping buta aksara,
sebaiknya pelayanan dilurah lebih ditingkatkan lagi agar tidak terjadi
miskomunikasi antara lurah dengan warga setempat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar